Kamis, 27 September 2012
Persyaratan Beasiswa S2 Pengawas
Bagi rekan-rekan yang ingin ikut serta dalam program beasiswa pengawas tahun depan, ada baiknya dipersiapkan persyaratan-persyaratanya terlebih dahulu. Oh ya disini saya berbagi persyaratan yang dibutuhkan bisa didownload disini
Rabu, 26 September 2012
Tugas Bahasa Inggris Latihan 10, 11 dan 13
TUGAS
BAHASA INGGRIS
Oleh :
RUSLAN
NIM :
0102512079
Prodi : MP
LATIHAN 10
Terjemahkan kalimat-kalimat di bawah ini. Perhatikan
apakah kata whose dipakai dalam kalimat Tanya, atau dipakai dalam anak
kalimat. Gunakanlah kamus.
1. I
don’t like the girl whose hair is very short.
2. Whose
pen did you use yesterday?
3. Whose
big house are you going to buy?
4. Can
you see the boy whose body is very fat over there?
5. The
gentleman whose name is Mr. Bill is a doctor.
6. The
woman whose daughter studies at this faculty also work at the hospital.
7. Is
that the girl whose name is Siti?
8. That
old man whose son has just passed away lives alone.
9. The
boys over there whose uniforms are black and white are our students.
10. Whose
car did Jhon drive last night?
Terjemahan
1. Saya
tidak suka gadis dengan rambut yang sangat pendek.
2. Pena
siapa yang kamu gunakan kemarin?
3. Rumah
besar milik siapa yang akan kamu beli?
4. Dapatkah
kamu melihat anak laki-laki dengan badan yang sangat gemuk disitu?
5. Lelaki
yang bernama Mr. Bill adalah seorang dokter.
6. Wanita yang anak perempuannya kuliah di fakultas ini
juga bekerja di rumah sakit.
7. Apakah
perempuan itu yang bernama Siti?
8. Lelaki
tua itu yang anaknya baru saja meninggal tinggal seorang diri.
9. Anak-anak
laki yang ada di sebelah sana yang menggunakan seragam-seragam hitam dan putih
adalah siswa kita.
10. Mobil siapa yang Jhon kemudikan tadi malam?
**********************************************************************************
10. Mobil siapa yang Jhon kemudikan tadi malam?
**********************************************************************************
*
Latihan 11
Latihan 11
Terjemahkan
kalimat-kalimat berikut dan gunakan kamus.
Hati-hatilah waktu menafsirkan
makna-makna kalimat ini.
1. a. The
man in white is my teacher.
Terjemahan : Orang
yang berbaju putih adalah guru saya.
b. The man whose shirt is white works in the Post Office.
Terjemahan : Orang yang berbaju putih
itu bekerja di kantor pos.
c. The man who is wearing a white shirt passes my house
everyday.
Terjemahan : Orang yang memakai baju
putih itu melewati rumah saya setiap hari.
2. a. The
Balinese dance is the ritual dance called “Baris”.
Terjemahan : Tarian Bali
itu tarian ritual disebut “Baris”.
b. The Balinese dance the name of which is “Baris” is a ritual
dance.
Terjemahan : Tarian Bali yang
dinamakan Baris adalah tarian ritual.
c. The Balinese dance is
called “Baris”. It is a ritual dance.
Terjemahan : Tarian Bali disebut
Baris. Ini adalah tarian ritual.
3. a. The
Balinese girl whose name is Luh Sudari has visited several countries.
Terjemahan : Seorang gadis Bali yang bernama Luh Sudari
telah mengunjungi beberapa negara.
b. That Balinese girl is Luh Sudari. She has visited several
countries.
Terjemahan : Gadis Bali itu bernama
Luh Sudari. Dia telah mengunjungi beberapa negara.
c. That girl who has visited several countries is a famous
Balinese dancer.
Terjemahan : Gadis yang telah
mengunjungi beberapa negara itu adalah seorang penari Bali yang terkenal.
4. a. That
boy is a good musician. His father is a mandolin player.
Terjemahan : Anak
laki-laki itu adalah musisi yang baik. Ayahnya adalah pemain mandolin.
b. That man who is playing the mandolin has a son who can also
play music.
Terjemahan : Seorang laki-laki yang
memainkan mandolin itu mempunyai seorang anak yang dapat bermain musik juga.
c. The boy whose father is a mandolin player can play the
giutar well.
Terjemahan : Seorang anak laki-laki
yang ayahnya adalah seorang pemain mandolin dapat bermain gitar dengan baik.
5. a. The car
of which the colour is white is brand new.
Terjemahan : Sebuah mobil
berwarna putih itu adalah benar-benar baru.
b. That car is new. Its colour is white.
Terjemahan : Mobil itu baru. Warnanya
putih.
c. The car which is white is new.
Terjemahan : Sebuah mobil yang
berwarna putih itu adalah baru.
6. a. The
girl whose car is running very fast is Sharry Affandi.
Terjemahan : Gadis yang
mobilnya melaju sangat cepat itu adalah Shary Affandi.
b. That girl is Sharry Affandi. Her car can run very fast.
Terjemahan : Gadis itu adalah Sharry
Affandi. Mobilnya melaju sangat cepat.
c. The car that is running over there belongs to Sharry
Affandi.
Terjemahan : Mobil yang melaju di
sana itu milik Sharry Affandi.
7. a. The
town which you passed ten minutes a go is called Cianjur.
Terjemahan : Kota yang
kamu lewati 10 menit yang lalu disebut Cianjur.
b. The town the people
of which are very religious is Cianjur.
Terjemahan : Kota yang penduduknya
sangat taat beragama disebut Cianjur.
c. You have passed the town which is called Cianjur.
Terjemahan : Kamu telah melewati kota
yang disebut Cianjur.
8. a. I happen
to remember a friend of mine who lives in this town.
Terjemahan : Saya
kebetulan ingat seorang teman saya yang tinggal di kota ini.
b. A friend of mine that I remember is a friendly and pretty girl.
Terjemahan : Seorang
teman saya yang saya ingat adalah seorang gadis yang ramah dan cantik.
c. A friend of mine whose name I happen to remember is a preety
girl.
Terjemahan : Seorang teman saya yang
namanya kebetulan saya ingat adalah seorang gadis yang cantik.
9. a. The
man whose house is situased on that hill lives alone.
Terjemahan : Seorang
laki-laki yang rumahnya terletak di atas bukit itu hidup sendirian.
b. The man lives alone. His house is situased on that hill.
Terjemahan : Seorang laki-laki itu
hidup sendiri. Rumahnya terletak di bukit itu.
c. Do you know the man that lives alone on that hill?
Terjemahan : Apakah kamu mengetahui seorang
laki-laki yang hidup sendiri di bukit itu?
10. a. The
bicycle that is there is mine.
Terjemahan : Sepeda yang
ada di sini punya saya.
b. Bicycle the saddle of which is torn is very expensive.
Terjemahan : Sepeda yang sadelnya
robek itu sangat mahal.
c. The bicycle is very expensive. Its saddle is torn.
Terjemahan : Sepeda itu sangat mahal.
Sadelnya robek.
*********************************************************************************
*********************************************************************************
Latihan 13
Terjemahkanlah kalimat-kalimat di bawah ini. Kalau frasa
nomina yang terletak di depan dalam kalimat itu panjang, tentukan terlebih
dahulu batas ant-nya.
1. The
dramatic solution of this murder shows why the police are depending more and
more on the sketch technique to help them catch the criminals.
2. Police
have long been aware of the possible mistakes of witnesses.
3. Most
of important arrests in the last ten years were result of making the sketches.
4. The
process of modernization can include the introduction of modern technology to
the villages and villagers.
5. A
more important object in this case is not the villages but the villagers.
6. The
basic problem is not the transfer of technology.
7. Suddenly
the ox-like creature stood upright like a man.
8. Another
great puppet-making nation is Turkey.
9. At
one time, Turkish power and influence covered the areas from Venice to the border
of India.
10. Most
of the young ladies, whose average age is about 20, have come to Berlin in the
past 18 months.
11. Bond’s
thoughts went back to his last interview with the head of the British Secret
Service in London.
12. The
work of successful double agent can destroy the work and lives of dozens,
perhaps hundreds, of other agents.
13. The
invention of the steam engine was also a great help.
14. This
method of mass production is very practical and efficient.
15. Recently
American TV film producers seem to have developed a liking for producing films
which have persons of extraordinary abilities as their leading characters.
16. The
character, Colonel Steve Austin, played by Lee Majors, was an astronaut who had
a terrible accident when he was on duty as a test pilot.
17. A
young child with eyes like those of a wild animal sat leaning against the bars
of a wooden cage.
18. His
parents, who lived in a small poor hut at Tampico, Mexico could do nothing but
look at each other helplessly.
19. An
artist at the Bureau of Technical Service of the New York Police Department was
patiently questioning the witnesses, one at a time.
20. The
face of a youth with a large round nose and high forehead was formed.
21. The
small piano in the home of the Handel Family was moved to the attic.
22. More
than 2,500 years later, around 1020 A.D., the eastern Javanese began to
influence the Balinese and among other things they introduced the mixture of
Hinduism and animism which can still be felt in modern Bali.
23. The
natural beauty of this country has caused it to be called “the Playground of
the Middle East”.
24. Preparing
the meals for the day often does not leave much time for other house-hold
chores.
25. The
first thing that caught my eyes were some flames dancing against the dark sky.
Terjemahan :
1. Solusi
yang dramatic dari pembunuhan ini menunjukkan mengapa polisi semakin tergantung
pada teknik pembuatan sketsa untuk membantu mereka dalam menangkap para
penjahat.
2. Polisi
telah lama menyadari timbulnya kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dari
para saksi.
3. Kebanyakan
dari tahanan-tahanan yang penting selama 10 tahun yang terakhir adalah akibat
dari pembuatan sketsa.
4. Proses
modernisasi dapat meliputi masalah pengenalan teknologi modern kepada desa dan
orang-orang desa.
5. Sebuah
objek yang penting dalam persoalan ini bukan desanya tetapi orang-orang
desanya.
6. Masalah
yang mendasar bukanlah pengalihan teknologi.
7. Sekonyong-konyong
makhluk yang menyerupai sapi jantan itu berdiri tegak lurus seperti seorang
manusia.
8. Bangsa
pembuatan wayang yang besar lainnya adalah bangsa Turki.
9. Pada
suatu ketika kekuasaan dan pengaruh bangsa Turki meliputi daerah-daerah dari
Venesia sampai ke batas Negara India.
10. Kebanyakan
wanita-wanita muda, yang usianya rata-rata kurang lebih 20 tahun, telah dating
ke Berlin dalam masa 18 bulan yang terakhir.
11. Pikiran-pikiran
Bond’s menerawang kembali ke interviewnya yang terakhir dengan pimpinan Dinas
Rahasia Inggris di London.
12. Kerja
agen ganda yang berhasil dapat merusak pekerjaan da nyawa berdosin-dosin,
mungkin berates-ratus agen yang lain.
13. Penemuan
mesin uap juga merupakan sebuah bantuan yang besar.
14. Metode
produksi masal ini sangat praktis dan efisien.
15. Baru-baru
ini produser-produser film TV Amerika tampaknya telah mengembangkan suatu
kesukaan untuk membuat film-film yang memiliki orang-orang berkemampuan luar
biasa sebagai pemeran-pemeran utama mereka.
16. Pemeran
utamanya, yang bernama Kolonel Steve Austin, yang dimainkan oleh Le Majors
adalah seorang astronot yang mengalami sebuah peristiwa yang mengerikan ketika
dia dalam tugas sebagai pilot penguji pesawat.
17. Seorang
anak muda yang memiliki mata seperti mata seekor binatang liar duduk bersandar
pada jeruji-jeruji dari sebuah sangkar kayu.
18. Orang
tuanya, yang hidup di dalam sebuah gubuk kecil di Tampico, Mexico, tidak dapat
berbuat apa-apa kecuali saling memandang tanpa daya.
19. Seorang
artis pada biro pelayaran teknik dari departemen Kepolisian New York dengan
sabar menanyai para saksi, satu persatu.
20. Muka
seorang anak muda dengan hidup yang besar dan bulat erta dahi yang besar
terbentuk.
21. Piano
kecil di dalam rumah keluarga Handel dipindah ke loteng.
22. Lebih
dari 250.000 tahun kemudian di tahun 1020 Masehi, Jawa Timur mulai mempengaruhi
Bali dan diantaranya mereka memperkenalkan percampuran kepercayaan antara paham
Hindu dan animism yang masih dapat dirasakan sampai sekarang di daerah-daerah
Bali sekarang ini.
23. Keindahan
alami dari Negara ini telah menyebabkan Negara itu mendapat julukan “The
Playground of The Middle East”.
24. Penyiapan
makanan untuk hari itu sering tidak menyisakan banyak waktu untuk
pekerjaan-pekerjaan rumah tangga lainnya.
25. Hal
yang pertama yang dapat saya lihat adalah beberapa nyala api yang menari-nari
di langit ang gelap.
Minggu, 23 September 2012
Catatan Perjalanan Kang Guru: Review Jurnal Internasional
Catatan Perjalanan Kang Guru: Review Jurnal Internasional: TEACHERS CHARACTERISTICS AS PREDICTOR OF ACADEMIC PERFORMANCE OF STUDENTS IN SECONDARY SCHOOLS IN OSUN STATE – NIGERIA KARYA : F...
Review Jurnal Internasional
TEACHERS CHARACTERISTICS AS
PREDICTOR OF ACADEMIC
PERFORMANCE OF STUDENTS IN
SECONDARY SCHOOLS
IN OSUN STATE – NIGERIA
KARYA
: F.O OLALEYE
Departement
Of Educational Foundations and Management
Faculty
of Education, University of Ado-Ekiti, Ekiti
Oleh : Ruslan
NIM : 0102512079
A.
Pendahuluan
Jurnal
yang berjudul Teachers characteristics As Predictor Of Academic Performance Of
Students In Secondary Schools In Osun State – Nigeria layak untuk direview/dianalisis
karena jurnal ini meneliti persepsi siswa mengenai karakteristik guru dalam
kaitannya dengan kinerja akademik siswa.
Penelitian
ini berhubungan dengan manajemen kepemimpinan. Manajemen yang dimaksud disini
adalah manajemen guru hubungannya dengan pengorganisasian proses kegiatan
belajar dikelas yang dilakukan oleh guru. Mulai dari proses penyampaian materi
sampai dengan evaluasi yang dilakukan oleh guru.
B.
Isi
Jurnal
1.
Pendahuluan
Penelitian
ini dilatarbelakangai oleh beragam kejadian pada Sekolah Menengah di Nigeria
yang terjadi baru-baru ini. Kejadian yang terjadi diantaranya adalah laju
kegagalan siswa dan tingkat drop-out yang meningkat pada School Sertificate
Senior (SSCE). Stakeholder pendidikan menyalahkan siswa yang tidak siap untuk
belajar sebagai salah satu penyebab kegagalan mereka. Disamping itu juga, guru
patut dipersalahkan karena disebabkan oleh dedikasi mereka yang kurang terhadap
pekerjaan mereka akan mempengaruhi kinerja akademik anak didik. Siapapun yang
patut dipersalahkan dalam kasus ini, pandangan umum menyatakan bahwa guru yang
berkualitas merupakan sumberdaya dan asset pendidikan yang bagus (Ayodelle,
2004).
Adeogun
(2001) berpendapat bahwa kualitas dari system pendidikan tergantung dari
kualitas tenaga pengajar dan sebuah sekolah tanpa sumber daya mustahil dapat
mencapai tujuan dan sasaran system pendidikan. Adesina (1980), juga
mengungkapkan bahwa guru merupakan indicator utama dan penentu dari kualitas
pendidikan. Guru yang sangat professional, yang berdedikasi dibutuhkan di
sekolah. Telah diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan guru dengan apa
yang mereka ajarkan. Dengan demikian, kemampuan untuk mengajar secara efektif
tergantung pada pengetahuan guru dan pengetahuan itu terjadi dalam berbagai
bentuk. Efektifitas guru akan terhambat jika guru tidak akrab dengan kumpulan
pengetahuan yang diajarkan dan efektifitas guru merupakan hal yang spesifik.
Implikasi dari hal ini bagi guru adalah bahwa para guru harus benar-benar
memahami isi dari apa yang mereka ajarkan. Para guru yang menguasai materi akan
menyampaikannya dengan bahasa yang lebih jelas dan memberikan penjelasan yang
lebih baik dibandingkan dengan mereka yang latar belakangnya lemah. Cara
pandang siswa terhadap guru dalam hal ini penguasaan materi memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap kinerja akademik siswa.
Menurut
Eggen dan Kaunchak (2001), sikap positif para guru merupakan hal yang mendasar
untuk pembelajaran yang efektif. Fisher et al (1980) menyatakan bahwa tingkat
belajar yang tinggi akan terjadi pada peserta didik ketika mereka merasa
bahagia akan diri mereka sendiri dan materi yang dipelajari manakala guru
menggunakan waktu intruksional secara efektif. Cara guru untuk menangani siswa
mempengaruhi sikap siswa terhadap sekolah dan kinerja akademik siswa tersebut.
Bagaimana persepsi siswa terhadap sikap guru mereka saat mengajar di kelas akan
diukur dalam penelitian ini. Kualifikasi, Pengalaman Mengajar dan Ketrampilan
Mengajar adalah variable yang tercatat memiliki pengaruh pada kinerja akademik
siswa.
Ehindro dan Ajibade (2000) menegaskan bahwa siswa
merupakan pihak yang berkepentingan pada dunia pendidikan, dan telah menduga
dan berspekulasi mengenai beberapa guru mereka tidak memiliki kualifikasi
professional yang diperlukan. Dalam artian, skil, teknik-teknik, strategi yang
dibutuhkan untuk menyampaikan konsep, ide, prinsip-prinsip merupakan suatu
sarana yang memfasilitasi pembelajaran yang efektif. Mereka beranggapan bahwa
kekurangan-kekurangan ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap laju
pertumbuhan kegagalan dan drop-out siswa di sekolah menengah.
2.
Permasalahan
:
Sebagai
akibat kejadian-kejadian tersebut, muncul pertanyaan sebagai berikut :
1. Apakah
penguasaan guru mengenai materi pelajaran di kelas memiliki pengaruh
terhadap kinerja akademik siswa di SSCE
pada sekolah menengah umum di Negara Bagian Osun?
2. Apakah
ada hubungan antara sikap guru untuk mengajar dan kinerja akademik siswa di
sekolah menengah Negara Bagian Osun?
3. Apa
efek ketrampilan mengajar yang dimiliki oleh guru dan kinerja akademik siswa.
3.
Hipotesis
:
1. Tidak
da hubungan yang signifikan antara prestasi akademik siswa sekolah menengah dan
persepsi mereka terhadap penguasaan guru pada materi pelajaran.
2. Tidak
ada hubungan yang signifikan antara persepsi sikap siswa tentang sikap guru di
kelas dan prestasi akademik siswa.
3. Tidak
ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa mengenai ketrampilan
mengajar guru dan kinerja akademik siswa.
4.
Temuan-Temuan
1. Prestasi
akademik rata-rata siswa pada lima mata pelajaran ( Bahasa Inggris, Bahasa
Nigeria, Matematika, Biologi dan Ekonomi) pada sekolah yang terpilih
berhubungan dan bergantung secara signifikan kepada persepsi siswa terhadap
penguasaan guru pada materi pelajaran. Hasil ini sejalan dengan temuan
sebelumnya (Ehindro dan Ajibade 2001).
Oleh karena itu, jika guru
menguasai materi pelajaran dengan baik, maka sangat wajar bagi siswa untuk
menyukai mereka dan kinerja siswa akan baik di pelajaran tersebut.
2. Prestasi
akademik siswa berkorelasi positif dan signifikan terhadap sikap guru untuk
mengajar di kelas. Temuan ini juga sesuai dengan temuan Durojaiye (1976) dan
Nakpodia (2001). Akomofale (2004) yang menyatakan bahwa sikap guru yang positif
dan kualitas personal yang baik mempengaruhi prestasi akademik siswa.
Hasil ini membantah hipotesis kedua.
3. Penemuan
ketiga adalah, kinerja akademik siswa berkorelasi positif dan bergantung secara
signifikan pada ketrampilan mengajar guru. Temuan ini sejalan dengan pandangan
Sotonwa (2003) yang mengidentifikasi kualitas yang berhubungan dengan
ketrampilan mengajar sepertian pengetahuan konsep, kejelasan ekspresi, bertanya
dll.
(Mushra, Shard dan Bansal 2007)
juga menegaskan bahwa kemampuan verbal guru atau kemampuan intelektual selalu
berkorelasi dengan kinerja akademik siswa yang lebih baik. Ini menunjukkan
bahwa persepsi siswa pada penguasaan guru akan materi pelajaran, sikap dan
ketrampilan mengajar terhadap prestasi akademik siswa pada penelitian ini
menunjukkan hubungan yang signifikan.
Temuan ini sekaligus membantah
hipotesis ketiga.
5.
Kesimpulan
Inti dari system
pendidikan Nigeria adalah guru. Guru merupakan indicator utama dalam penentu
kualitas pendidikan.
Seperti yang
diungkapkan oleh Obanyan (2000) mengatakan bahwa guru dianggap berperan untuk
menerjemahkan standar isi menjadi materi pelajaran di kelas, para guru tetap
merupakan factor konstan dalam keberhasilan pelaksanaan program pendidikan.
Senada dengan itu, Ajayi (1986) berpendapat bahwa guru kelas merupakan salah
satu penentu utama prestasi siswa, disamping itu pelatihan professional adalah
variable lain yang paling signifikan sebagai penentu kinerja akademik siswa.
Dari penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa memperkerjakan guru yang tidak berkualifikasi tanpa
pengecualian dapat mempengaruhi kinerja akademik siswa.
6.
Metode
Penelitian
Metode
Penelitian yang
digunakan dalam pengumpulan data adalah penelitian deskriftif jenis survey.
Deskriftif dalam artian, bentuk yang direncanakan untuk pengumpulan data dari
populasi yang besar dengan tujuan menganalisis antar variable (Oppenheim,
1992).
Populasi
Populasi
penelitian ini adalah siswa kelas III Sekolah Menengah (SSIII) di Negara bagian
Osun Nigeria. Sampel yang digunakan sebanyak 1600 siswa kelas III yang dipilih
secara acak dari 16 sekolah menengah yang ada di Negara bagian Osun. Dari 16
sekolah tersebut terdiri dari sepuluh sekolah negeri dan 6 sekolah swasta.
Instrumen
Penelitian
Angket dipilih dalam penelitian ini
untuk mengumpulkan data. Angket (kuisioner) terbagi menjadi empat bagian yaitu
A, B, C, D.
Bagian A berisi item informasi
demografis mengenai responden, seperti nama, sekolah, jenis kelamin, kelas.
Bagian B berisi 10 item yang
dirancang untuk mengetahui persepsi siswa tentang penguasaan guru tentang
materi pelajaran, dan pengetahuan pedagoogis umum. Item Kauchak (2001).
Bagian C berisi 10 item persepsi
terhadap sikap guru di dalam kelas.
Bagian D terdiri dari 10 item yang
esensial pada ketrampilan mengajar guru seperti diungkapkan dalam literatur.
C.
Pembahasan
Untuk
melaksanakan tugas-tugas dengan baik, guru memerlukan kemampuan. Cooper (dalam
Zahera, 1997) mengemukakan bahwa guru harus memiliki kemampuan merencanakan
pengajaran, menuliskan tujuan pengajaran, menyajikan bahan pelajaran,
memberikan pertanyaan kepada siswa, mengajarkan konsep, berkomunikasi dengan
siswa, mengamati kelas, dan mengevaluasi hasil belajar.
Kompetensi
guru adalah kemampuan atau kesanggupan guru dalam mengelola pembelajaran. Titik
tekannya adalah kemampuan guru dalam pembelajaran bukanlah apa yang harus
dipelajari (learning what to be learnt),
guru dituntut mampu menciptakan dan menggunakan keadaan positif untuk membawa
mereka ke dalam pembelajaran agar anak dapat mengembangkan kompetensinya
(Rusmini, 2003). Guru harus mampu menafsirkan dan mengembangkan isi kurikulum
yang digunakan selama ini pada suatu jenjang pendidikan yang diberlakukan sama
walaupun latar belakang sosial, ekonomi dan budaya yang berbeda-beda (Nasanius
Y, 1998). Aspek-aspek teladan mental guru berdampak besar terhadap iklim
belajar dan pemikiran pelajar yang diciptakan guru. Guru harus memahami bahwa
perasaan dan sikap siswa akan terlibat dan berpengaruh kuat pada proses
belajarnya. Agar guru mampu berkompetensi harus memiliki jiwa inovatif, kreatif
dan kapabel, meninggalkan sikap konservatif, tidak bersifat defensif tetapi
mampumembuat anak lebih bersifat ofensif (Sutadipura, 1994). Penguasaan
seperangkat kompetensi yang meliputi kompetensi keterampilan proses dan
kompetensi penguasaan pengetahuan merupakan unsur yang dikolaborasikan dalam
bentuk satu kesatuan yang utuh dan membentuk struktur kemampuan yang harus
dimiliki seorang guru.
Disamping
faktor guru, faktor teman sejawat juga memberikan andil terhadap keberhasilan
peserta didik. Sejumlah penelitian menunjukkan baik atau buruknya hubungan
antar siswa dengan teman sebaya yang diikutinya memberikan kontribusi yang
besar terhadap diri peserta didik itu. Penelitian Rubin, Bukowski dan Parker;
Rubin, Coplan, Nelson, Cheah dan Lagace-Seguin (Sternberg, 2001) menemukan
penolakan teman kelompok teman sebaya merupakan factor yang paling banyak
mempengaruhi kegagalan dan drop-out anak dari sekolah. Anak-anak yang ditolak
oleh kelompok teman sebaya seringkali mengalami masalah penyesuaian diri yang
lebih serius di kehidupan nantinya (Kupersmidt & Patterson, dalam Santrock,
1995). Senada dengan penelitian sebelumnya, Horowitz (Lefrancois, 1986) menemukan
anak-anak yang dinilai tidak popular oleh teman-temannya cenderung memiliki
konsep diri yang negatif.
Dan
dari penelitian-penelitian sebelumnya diperoleh kesimpulan prestasi yang
dimiliki individu sebagai pengaruh keyakinan diri akademiknya membentuk konsep
diri akademik yang positif. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan
oleh Marsh, Smith, dan Barnes (1985, h. 145). Penelitian yang melibatkan 559
siswa kelas lima Catholic School di
Sydney Australia ini menunjukkan bahwa prestasi matematika (mathematic
achievement) berhubungan positif secara signifikan dengan konsep diri
matematika, dan prestasi membaca (reading achievement) berhubungan
positif secara signifikan dengan konsep diri membaca. Hasil penelitian ini
didukung juga oleh Marsh dan Yeung (1997, h. 49-50) yang melakukan penelitian
serupa. Marsh dan Yeung meneliti hubungan antara prestasi akademik dengan
konsep diri akademik pada 603 siswa Chatolic
Boys’ School di Metropolitan Sydney. Penelitian tersebut mendapatkan hasil
bahwa prestasi matematika (mathematic achievement) berhubungan positif
secara signifikan dengan konsep diri matematika. Sehingga dapat dikatakan
penelitian ini mengulang kembali penelitian-penelitian terdahulu dan cenderung
tidak melahirkan konsep baru.
Penelitian
ini sebatas pengungkapan persepsi siswa terhadap guru. Seharusnya peneliti
membandingkan kinerja akademik siswa yang diajarkan oleh guru yang memiliki
karakteristik sebagai guru yaitu menguasai materi pelajaran, mampu mengelola
kelas, mampu melakukan evaluasi, sehingga akan menghasilkan suatu kesimpulan
atas masalah yang ada.
Penarikan
sampel yang dilakukan oleh peneliti menggunakan non-probability sampling yang
artinya penarikan sampel penelitian ini tidak menggunakan dasar peluang tapi
berdasarkan kebutuhan peneliti. Samsudi (2009, h. 43) menyatakan keuntungan non
probability sampling lebih praktis, sebab menghemat waktu, tenaga dan biaya;
namun kelemahannya tidak menjamin elemen sampel dapat mewakili elemen
populasinya, sehingga kesimpulan sampel tidak shahih menaksir atau mengestimasi
populasinya. Agar diperoleh hasil penelitian yang lebih baik, maka penentuan
sampel harusnya menggunakan persentase.
Jenis
penelitian deskriptif jenis survey yang digunakan oleh peneliti bertujuan untuk
mengumpulkan data yang sebanyak-banyak, dengan maksud sebagai penelitian awal
yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan upaya lain.
- Penutup
Kesimpulan
- Guru merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang keberhasilan peserta didik. Guru yang menguasai materi pelajaran akan mudah menyampaikannya kepada anak didiknya sehingga transfer pengetahuan dari guru kepada peserta didik berjalan dengan baik.
- Kemampuan mengajar guru yang baik akan memberikan kontribusi kepada suasana pembelajaran di kelas, dimana akan mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru.
Implikasi
1.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan
sebagai tindakan awal yang nantinya ditindaklanjuti dengan penelitian
berikutnya.
2.
Kompetensi professional dan kompetensi
pedagogik tenaga pengajar sangat menentukan dalam pencapaian tujuan
pembelajaran.
Rekomendasi
1.
Penelitian ini hendaknya ditindaklanjuti
dengan penelitian berikutnya untuk mendapatkan penyelesaian
permasalahan-permasalahan di dunia pendidikan.
2.
Kepada pendidik, hendaknya mengambil
manfaat postif dari kegiatan penelitian ini, sehingga nantinya sebagai masukan
bagi mereka dalam mempersiapkan diri mereka dalam proses pembelajaran.
3.
Pemerintah hendaknya secara
berkelanjutan melakukan pembinaan terhadap tenaga pendidik melalui kegiatan pelatihan
dan pendidikan guna peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Daftar Pustaka
1.
Samsudi. 2009. Desain Penelitian Pendidikan (edisi 2). Semarang. Unnes Press.
2. Suharsini Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik
(edisi VII). Yogyakarta. Rineka Cipta
3. Umar Tirtarahardja, La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan (edisi revisi).
Yogyakarta. Rineka
Langganan:
Postingan (Atom)